Aku Dina, mantan Senior Backend Engineer di sebuah payment gateway.

Selama bertahun-tahun aku biasa hidup di ritme yang semuanya kerasa cepat. Deadline, notifikasi, sistem yang tidak boleh berhenti, dan pekerjaan yang selalu bisa bertambah. Sampai suatu hari aku sadar kalau aku nggak mau hidup yang semakin cepat.

Jadi aku resign.

Aku suka bekerja, tapi aku ingin pekerjaan yang masih menyisakan ruang buat aku supaya lebih hidup.

Sekarang aku menjalani hari-hari yang lebih sederhana. Aku bekerja lebih sedikit, lebih sadar terhadap energi yang aku punya, dan pakai AI buat bantu hal-hal yang sebenarnya menyita banyak waktu

Di blog ini aku menulis tentang:

  • cara membangun second brain yang sederhana dan benar-benar terpakai
  • menggunakan AI tanpa kehilangan sentuhan manusia
  • bekerja mengikuti energi, bukan terus-menerus melawannya
  • eksperimen kecil untuk menciptakan hidup yang lebih lapang

Semua ditulis dalam Bahasa Indonesia, dari sudut pandang seseorang yang masih belajar.

Kalau kamu juga mulai lelah dengan tuntutan untuk selalu lebih cepat, lebih sibuk, dan lebih produktif, mungkin kamu akan menemukan sesuatu yang berguna di sini.